Uji Kebisingan Desibel Partisi Geser Pireki vs Dinding Gypsum Dua Sisi

Uji Kebisingan Partisi Geser
Solusi Cepat Penyekatan Ruangan
Pekerjaan proyek penyekat ruangan jadi makin cepat, menggunakan Dinding Partisi Geser dari Pireki. Anda dapat membagi ruangan dengan mudah dan cepat, sesuai dengan kebutuhan proyek Anda. Dapatkan penawaran harga menarik dari Kami.
Pilihan Partisi Terbaik

Samowa Lipat
Samowa adalah pilihan yang lebih praktis sebagai pembatas ruangan. Dengan engsel tengah atau berbentuk kupu-kupu, pintu-pintu ini terhubung dan membentuk struktur yang kuat. Produk pintu lipat Samowa yang kami hasilkan adalah varian partisi ruangan yang biasanya tidak memerlukan peredam suara, sehingga menghasilkan harga yang lebih terjangkau.

Sorepa Pro
Sorepa Pro jadi juara dalam peredaman suara tingkat tinggi, sempurna untuk ruang besar yang butuh isolasi maksimal. Kualitas premiumnya bikin diskusi atau presentasi jadi fokus, tanpa gangguan kebisingan.
Pernahkah Anda berada di ruang rapat yang bising karena suara dari ruang sebelah? Atau sebaliknya, Anda harus berbisik karena khawatir pembicaraan terdengar ke luar ruangan? Masalah kebocoran suara ini jadi salah satu pertimbangan terbesar saat memilih antara dinding gypsum permanen dengan partisi geser.
Banyak orang beranggapan bahwa dinding gypsum dua sisi pasti lebih unggul dalam meredam suara. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Tapi selisihnya seberapa jauh? Dan apakah fleksibilitas partisi geser sebanding dengan perbedaan akustiknya?
Kali ini kami akan membagikan hasil uji kebisingan yang dilakukan langsung oleh tim teknis Pireki di workshop kami. Data ini kami kumpulkan dari pengujian nyata, bukan dari brosur atau spek teoretis.
Mengapa Pengujian Ini Dilakukan
Sepanjang pengalaman kami sejak 2008, pertanyaan soal perbandingan akustik antara partisi geser dengan dinding permanen selalu muncul di hampir setiap proyek perkantoran.
Klien dari berbagai sektor, kontraktor, pemilik gedung, hingga pengelola hotel, ingin tahu angka pastinya. Bukan sekadar klaim "kedap suara" tanpa bukti.
Kami paham kegelisahan mereka. Memasang partisi geser itu investasi yang tidak kecil. Kalau ternyata performa akustiknya jomplang dibanding dinding gypsum, lebih baik mereka bangun tembok permanen saja, kan?
Nah, untuk menjawab keraguan itu, tim teknis kami menyusun simulasi pengujian. Tujuannya sederhana: membandingkan secara langsung seberapa besar redaman suara yang bisa dicapai oleh masing-masing sistem.
Metodologi Pengujian
Pengujian dilakukan di workshop Pireki Surabaya. Kami menyiapkan dua ruang uji dengan ukuran identik, 4 x 5 meter dengan tinggi plafon 3 meter.
Skenario Pengujian
| Parameter | Detail |
|---|---|
| Alat ukur | Sound Level Meter (SLM) dengan kalibrasi |
| Sumber suara | Speaker aktif yang memutar white noise dan frekuensi 500 Hz |
| Posisi sumber | Tengah ruang sumber, 1,5 meter dari dinding pembatas |
| Posisi pengukuran | Titik tengah ruang penerima (3 titik, dirata-rata) |
| Volume sumber | 80 dB (setara percakapan rapat normal dengan nada agak tinggi) |
| Kondisi ruang | Kosong, tanpa furniture, tanpa peredam tambahan |
Spesimen Uji
Dinding Gypsum Dua Sisi:
- Rangka hollow 0,6 mm dua sisi
- Gypsum board 9 mm + 9 mm (total 18 mm per sisi)
- Glasswool 50 mm (densitas 32 kg/m³) di tengah
- Dempul + joint tape di semua sambungan
Partisi Geser Sorepa Redam (Pireki):
- Frame hollow besi 5 x 5
- Multiplek 12 mm dua sisi
- Rockwool 60 kg/m³
- Jack mekanik ekspansi atas-bawah
- Rubber seal karet sintetis
- Cotton sheet finishing
Partisi Geser Samowa Lipat (Pireki):
- Frame hollow 4 x 4
- Multiplek 9 mm
- Glasswool 30 kg/m³
- Grendel tanam
- Cotton sheet finishing
Kami sengaja menguji dua tipe partisi Pireki, Sorepa Redam (produk flagship) dan Samowa Lipat (produk mid-range populer), agar perbandingannya lebih komprehensif.
Hasil Pengukuran Desibel
Angka yang kami sajikan di sini adalah hasil rata-rata dari tiga kali pengukuran di titik berbeda dalam ruang penerima.
| Sistem Pemisah Ruang | Redaman Suara (dB) | Suara Tersisa di Ruang Sebelah |
|---|---|---|
| Dinding gypsum dua sisi | 48 dB | 32 dB (berbisik samar) |
| Partisi Sorepa Redam | 44 dB | 36 dB (suara terdengar tapi tidak jelas) |
| Partisi Samowa Lipat | 30 dB | 50 dB (percakapan masih terdengar) |
| Tanpa pemisah (open space) | 0 dB | 80 dB (sama dengan sumber) |
Dari data di atas terlihat bahwa Sorepa Redam hanya berselisih 4 dB dari dinding gypsum dua sisi. Dalam praktiknya, perbedaan 4 dB itu hampir tidak terasa oleh telinga manusia, keduanya sama-sama mampu meredam percakapan normal hingga tidak terdengar jelas.
Samowa Lipat, meski redamannya lebih rendah, masih cukup efektif untuk ruang-ruang yang tidak membutuhkan privasi akustik tingkat tinggi.
Mengapa Partisi Geser Bisa Mendekati Performa Gypsum
Inilah yang sering luput dari perhatian banyak orang. Dinding gypsum dua sisi memang konstruksinya masih, dari rangka sampai penutup, semuanya solid dan tanpa celah. Tapi partisi geser Sorepa Redam punya beberapa teknologi yang membuatnya mampu mengejar ketertinggalan:
Jack Mekanik Ekspansi Atas-Bawah
Ini adalah kunci utama. Jack mekanik di dalam panel Sorepa mendorong karet seal ke lantai dan plafon saat panel dikunci. Hasilnya? Tidak ada celah udara di bagian bawah dan atas panel.
Dinding gypsum memang tidak punya celah sama sekali sejak awal. Tapi partisi geser dengan jack mekanik bisa menekan celah hingga praktis nol.
Rockwool Densitas 60 kg/m³
Pilihan material peredam di sini juga menentukan. Rockwool dengan densitas 60 kg/m³ memiliki kemampuan menyerap gelombang suara yang lebih baik dibanding glasswool 32 kg/m³ yang biasa dipakai di dinding gypsum standar.
Inilah alasan mengapa Sorepa Redam, meski konstruksinya tidak masih seperti gypsum, tetap mampu memberikan performa yang mendekati.
Dari pengalaman kami menangani proyek di berbagai gedung perkantoran dan hotel, klien yang semula ragu beralih ke partisi geser setelah melihat hasil uji ini. Selisih 4 dB tidak sebanding dengan kerugian fleksibilitas ruang yang harus mereka tanggung jika memilih dinding permanen.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Akustik di Lapangan
Hasil pengujian di workshop memang ideal. Tapi di lapangan, ada beberapa variabel yang bisa memengaruhi performa akustik partisi geser:
Kebocoran dari Plafon
Ini masalah paling umum yang kami temui. Partisi geser hanya memisahkan ruangan dari lantai sampai plafon. Kalau area di atas plafon tidak dipasang baffle atau sekat, suara bisa "lompat" lewat plafon bersama (plenum). Kami sudah membahas ini lebih detail di artikel sebelumnya tentang kebocoran suara plafond.
Kualitas Pemasangan
Partisi geser yang dipasang dengan tidak presisi, misalnya rel tidak rata atau karet seal tidak menyentuh lantai sempurna, akan kehilangan banyak performa akustiknya. Tim teknis Pireki selalu melakukan kalibrasi menyeluruh saat instalasi untuk memastikan semua panel terpasang dengan rapat.
Kondisi Lantai
Lantai yang tidak rata atau bergelombang bisa membuat karet seal bawah tidak menempel sempurna. Solusinya? Kami biasanya melakukan adjustment pada mekanik roda atau menambahkan shim pada rel bawah (untuk tipe tertentu).
Kapan Memilih Partisi Geser, Kapan Memilih Gypsum?
Berdasarkan data dan pengalaman di lapangan, berikut panduan praktisnya:
Pilih Partisi Geser Sorepa Redam kalau:
- Ruangan perlu sering diubah tata letaknya (ballroom, ruang meeting fleksibel)
- Privasi akustik level tinggi diperlukan (target redaman 40 dB+)
- Anda tidak ingin kehilangan fleksibilitas ruang jangka panjang
- Estetika tanpa rel bawah menjadi prioritas
Pilih Dinding Gypsum Dua Sisi kalau:
- Ruangan tidak akan pernah diubah tata letaknya (permanen)
- Target redaman di atas 50 dB (misal studio rekaman profesional)
- Anggaran proyek sangat ketat (gypsum lebih murah per meter persegi)
Pilih Partisi Geser Samowa Lipat kalau:
- Kebutuhan redaman suara sedang (30-35 dB sudah cukup)
- Anggaran terbatas tapi tetap butuh fleksibilitas
- Ruangan tidak membutuhkan privasi percakapan penuh
Pelajaran dari Uji Kebisingan Ini
Setelah melakukan pengujian dan menganalisis data, ada beberapa insight yang kami dapat:
Pertama, jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan klaim tanpa data. Banyak vendor partisi mengklaim produk mereka "kedap suara" tanpa bisa menunjukkan angka pengukuran yang valid.
Kedua, fleksibilitas punya harga, dan harga itu tidak selalu berarti mengorbankan performa. Selisih 4 dB antara Sorepa Redam dan dinding gypsum adalah trade-off yang sangat masuk akal untuk kemampuan mengubah konfigurasi ruang kapan saja.
Ketiga, untuk 90% kebutuhan ruang rapat korporat dan ballroom hotel, partisi geser dengan spesifikasi yang tepat sudah lebih dari cukup. Anda tidak perlu dinding permanen untuk mendapatkan ruang rapat yang nyaman dan bebas gangguan suara dari ruang sebelah.
Terakhir, selalu pastikan pemasangan dilakukan oleh tim yang berpengalaman. Partisi geser terbaik sekalipun akan kehilangan performanya jika instalasinya asal-asalan. Kami di Pireki selalu menekankan bahwa produk dan jasa pemasangan adalah satu paket yang tidak terpisahkan.
Sudah siap membandingkan sendiri? Tim Pireki bisa membantu Anda melakukan simulasi akustik untuk ruangan Anda. Hubungi kami via WhatsApp di 0823-7673-7701 untuk konsultasi gratis, tanpa biaya, tanpa komitmen.
# Kesimpulan
PIREKI - Solusi Partisi Ruangan
Spesialis penyekat ruangan, pintu lipat, dan partisi geser sejak 2008. Kami menghadirkan solusi estetis dan fungsional untuk hotel, kantor, ruang rapat, dan hunian Anda dengan kualitas terbaik di Indonesia.
Artikel Terkait

Berapa Biaya Maintenance Tahunan Partisi Ballroom Hotel?

Partisi Gypsum vs Partisi Geser: Panduan Memilih Solusi Sekat Ruangan yang Tepat

Solusi Partisi Kelas Kampus Atasi Kebisingan Antar Ruang Kuliah

Panduan Lengkap Partisi Operable Wall untuk Ruang Fleksibel

Pemasangan Partisi Rel Atas di Universitas Surabaya

Menghitung ROI Partisi Geser Ballroom Hotel dari Frekuensi Sewa Ruangan
Daftar Isi
Butuh Solusi Partisi?
Konsultasikan kebutuhan partisi ruangan Anda dengan tim ahli kami secara gratis.
Hubungi WhatsApp